Mari Olah Sampah Kita dengan Lubang Resapan Biopori

Foto Sejuta Biopori

Penulis :  @gungunsaptari

Teknologi lubang resapan biopori (LRB) merupakan salah satu teknologi sederhana, namun memiliki multimanfaat.

Teknologi ini dikembangkan oleh Prof Kamir Brata dari Bogor. Prinsip LRB adalah, secara sengaja menciptakan lingkungan yang menghasilkan biopori di dalam tanah dengan cara membuat lubang berdiameter 10 centimeter dengan kedalaman sekitar 1 meter.

Lubang tersebut kemudian diisi oleh sampah organik (sisa makanan dan tumbuhan). Keberadaan sampah organik di dalam lubang tersebut menstimulus biota-biota di dalam tanah untuk membuat biopori.

Biopori sendiri adalah lubang dan rongga di dalam tanah yang merupakan hasil dari pergerakan biota-biota di dalam tanah. Untuk diketahui, tanah yang subur memiliki banyak biopori.

Manfaat LRB di antaranya sebagai media sampah organik (media pembuatan kompos), meresapkan air dan mengurangi genangan air, media tabungan air, serta menyuburkan tanah.

Pembuatan LRB diawali dengan penentuan titik-titik lokasi. Lokasi yang tepat untuk membuat LRB adalah lokasi dimana air secara alami berkumpul ataupun jalur yang dibuat sebagai tempat penampung aliran air. Sedangkan jarak antarlubang minimal sekitar 50 centimeter.

Selanjutnya, siapkan bor biopori, pencongkel tanah, dan penampung tanah dan air (karung). Setelah semua peralatan siap, siram tanah dengan air agar lebih lunak. Dengan menggunakan bor biopori, buatlah lubang berdiameter 10 centimeter dengan kedalaman satu meter pada titik yang telah ditentukan.

Gunakan pencongkel tanah untuk membersihkan bor dan simpanlah tanah galian ke dalam karung. Setelah lubang terbentuk, masukkan sampah organik ke dalam lubang tersebut. LRB pun telah selesai dibuat.

Jangan lupa, LRB terus diisi sampah organik (jangan sampai kosong). Setiap 2-3 bulan sekali, kompos dapat dipanen dengan cara menggali kembali LRB menggunakan bor biopori. Di beberapa kawasan, untuk mempercantik dan menguatkan bibir LRB, bisa ditambahkan semen di bibir lubang atau penutup.

Setiap LRB mampu menampung sekitar 7,857 liter sampah organik. LRB juga mampu meresapkan air minimal sekitar 7,857 liter dan bisa lebih banyak lagi (karena terserap tanah), tergantung kondisi tanah di sekitar LRB. Semakin banyak LRB yang dibuat, maka dampak positifnya terhadap lingkungan pun akan semakin besar.

Mari bergabung dalam Gerakan Sejuta Biopori dengan cara membuat sebanyak mungkin LRB di rumah dan lingkungan masing-masing, mari kurangi risiko banjir dengan LRB, dan mari olah sampah organik dari rumah masing-masing menggunakan LRB.

Penulis adalah Direktur Umum PD Kebersihan Bandung, Ketua Gerakan Sejuta Biopori, dan Anggota Forum Bandung Juara Bebas Sampah.