PD Kebersihan Susun Rencana Aksi Atasi Banjir di Wilayah Perbatasan

BANDUNG – Dipimpin Direktur Umum Perusahaan Daerah (PD) Kebersihan Kota Bandung Gungun Saptari Hidayat, jajaran PD Kebersihan Kota Bandung meninjau lokasi terdampak banjir akibat luapan Sungai Citepus, di RW 9, Desa Pasawahan, Kecamatan Dayeuh Kolot, Kabupaten Bandung, Jumat (18/11).

Survei lapangan yang juga dihadiri Camat Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung dan Lurah Wates, Kecamatan Bandung Kidul, Kota Bandung itu, dilakukan menyusul banjir besar yang terjadi di lokasi tersebut, Rabu (16/11) lalu. Banjir yang diduga akibat sumbatan sampah itu bahkan merusak satu unit rumah dan merendam ratusan rumah lainnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun pdkebersihan.go.id, sebelum banjir menerjang, di lokasi tersebut terdapat jaring penahan sampah yang terbawa arus Sungai Citepus. Namun, sampah yang tertahan di jaring menumpuk dan menyumbat aliran sungai hingga meluap. Terlebih, saat itu curah hujan sangat tinggi.

Camat Dayeuhkolot Ajat Sudrajat menuturkan, sebanyak 82.000 warga Dayeuhkolot yang tinggal di tiga desa dan satu kelurahan harus merasakan dampak banjir besar akibat luapan Sungai Citepus tersebut. Tanpa bermaksud menyalahkan, Ajat mengatakan, banjir tersebut memang terjadi akibat sampah dari Kota Bandung. Jaring sampah yang dibangun di RW 9, Desa Pasawahan, membuat warga Kabupaten Bandung paling merasakan dampak banjir besar tersebut.

“Kami bersama warga akhirnya berinisiatif membongkar jaring sampah itu,” ungkap Ajat.

Pihaknya berharap, Pemkot Bandung membangun jaring sampah di wilayah Kota Bandung, tepatnya di wilayah Kelurahan Wates. Selain itu, jaring sampah tersebut harus dikelola intensif, sehingga sampah tidak sampai menumpuk dan menyumbat aliran sungai. Pasalnya, sampah yang terbawa arus sungai volumenya cukup besar.

“Terbukti, dalam 5 jam saja, sampah yang terangkut sampai 4 truk. Pengawasan dan pengelolaannya harus maksimal, jangan sampai dibiarkan karena bisa celaka bagi warga sekitar,” terangnya.

Masih di tempat yang sama, Lurah Wates Suparman menuturkan, sebagai aparatur kewilayahan, pihaknya siap meminimalisasi dampak banjir akibat luapan Sungai Citepus. Namun begitu, diakuinya, penanganan banjir lintas wilayah ini perlu koordinasi dan komitmen antarinstansi terkait.

“Diperlukan solusi terbaik untuk penanganan banjir di wilayah perbatasan ini, seperti rencana pemasangan jaring di wilayah kami, itu harus diperhitungkan dan dikaji matang. Sehingga, manfaatnya bisa dirasakan warga Kota Bandung maupun Kabupaten Bandung. Terakhir, edukasi harus terus dilakukan agar masyarakat tidak lagi membuang sampah ke sungai,” paparnya.

Sementara itu, Direktur Umum PD Kebersihan Kota Bandung Gungun Saptari Hidayat menyatakan, pihaknya akan segera menyusun rencana aksi untuk menangani banjir di wilayah perbatasan tersebut setelah berkoordinasi dengan pimpinan dan Pemkot Bandung.

“Hasil survey hari ini akan mempertajam rencana detail, untuk dibahas dalam rapat teknis bersama pihak terkait,” katanya.

Ke depan, lanjut Gungun, pihaknya berharap terbangun kolaborasi dan sinergitas yang baik dari semua pihak, baik Pemprov Jawa Barat, Pemkot Bandung, Pemkab Bandung, Pemkab Bandung Barat, Pemkot Cimahi, dan masyarakat umumnya.

“Tanpa kolaborasi dan sinergitas yang baik, sulit kiranya menangani banjir di wilayah perbatasan ini,” pungkasnya.