PD Kebersihan Resmi Luncurkan Smart Card Bank Sampah Resik


BANDUNG – Guna membangun budaya pemilahan sampah pada warga Kota Bandung, Perusahaan Daerah (PD) Kebersihan Kota Bandung meluncurkan Smart Card Bank Sampah Resik, di halaman kantor PD Kebersihan Kota Bandung, Senin (19/12/2016).

Peluncuran Smart Card Bank Sampah Resik dilakukan Wakil Wali Kota Bandung Oded M Danial dan dihadiri seluruh direksi dan jajaran PD Kebersihan Kota Bandung. Hadir pula perwakilan Bank Indonesia (BI) dan Bank BNI 46 sebagai mitra kerja PD Kebersihan Kota Bandung dalam peluncuran kartu pintar itu.

Wakil Wali Kota Bandung Oded M Danial mengatakan, persoalan sampah di Kota Bandung merupakan persoalan yang sangat krusial. Pasalnya, dengan volume sampah yang mencapai 1.600 ton/hari, penanganan sampah di kota berjuluk Parijs Van Java ini butuh penanganan yang serius.

“Perlu ada sikap penanganan yang serius, tentu dari segala aspek, secara integral,” ujar Oded saat memberikan sambutan.

Mang Oded, sapaan akrab orang nomor dua di Kota Bandung itu pun menilai, kinerja PD Kebersihan Kota Bandung dalam penanganan sampah semakin baik. Bahkan, Mang Oded pun mengaku sangat optimistis sampah di Kota Bandung akan tertangani dengan baik.

“Terutama karena saya melihat PD Kebersihan selalu berkolaborasi, kerja sama dengan pihak-pihak terkait yang luar biasa seperti (peluncuran smart card) ini,” ungkapnya.

Tak lupa, Mang oded juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para mitra kerja PD Kebersihan dalam mewujudkan Smart Card Bank Sampah Resik ini, terutama kepada Bank BNI dan BI.

Masih di tempat yang sama, Direktur Utama PD Kebersihan Kota Bandung Deni Nurdyana Hadimin menerangkan, Bank Sampah Resik merupakan konsep pengumpulan sampah kering, seperti kertas, karton, kaleng, majalan, dan sampah plastik lainnya yang bernilai ekonomis.

“Manfaat bank sampah adalah membangun budaya pemilahan sampah organik, anorganik, dan dari sumbernya. Bank sampah menjadi solusi untuk mereduksi sampah yang terbuang ke TPA (tempat pembuangan akhir) berkurang,” terang Deni.

Deni juga menjelaskan, dengan hanya membawa sekitar satu kilogram sampah kering ke Bank Sampah Resik, peserta akan mendapatkan saldo awal yang akan dimasukan ke dalam buku tabungannya.

“Setelah menjadi nasabah Bank Sampah Resik, saldo tabungan bisa langsung di top up ke Smart Card Bank Sampah Resik dan langsung dapat digunakan untuk berbelanja di Koperasi Dharma Nirmala PD Kebersihan Kota Bandung atau untuk pembayaran lainnya,” pungkas Deni.