All posts by penjagabandung

PD Kebersihan Kota Bandung Umrohkan Tiga Karyawan Berprestasi 2016

BANDUNG – Perusahaan Daerah (PD) Kebersihan Kota Bandung kembali mengumrohkan tiga karyawan berprestasinya ke Tanah Suci.

Pelepasan umroh karyawan berprestasi 2016 tersebut dilaksanakan di halaman Kantor PD Kebersihan Kota Bandung, Jalan Surapati, Kota Bandung, Senin (9/1/2016).

“Alhamdulillah, hari ini PD Kebersihan Kota Bandung kembali resmi memberangkatkan tiga karyawan berprestasi 2016 untuk berangkat umroh,” ungkap Direktur Umum PD Kebersihan Gun Gun Saptari Hidayat di sela-sela pelepasan tersebut.

Lebih lanjut Gun Gun menjelaskan, apresiasi ini sebagai bagian dari program disiplin kerja yang di dalamnya terdapat penghargaan  (reward) dan hukuman (punishment).

Reward tentunya diberikan kepada karyawan yang bekerja dengan baik. Sementara bagi yang melanggar, punishment-lah yang dia terima.

Diakui Gun Gun, bagian yang paling membahagiakannya adalah ketika memberikan reward. Menurutnya, melihat senyum manis dan tangis bahagia dari karyawan berprestasi itu sangat berkesan baginya.

“Dan bagian paling melelahkan, menyedihkan, sekaligus paling berat adalah ketika harus memberikan punishment. Please atuh lah, saya teh orangnya gak tegaan, aslinya. Tapi kalau buat menegakkan aturan, ya harus tegas dan tega. Demi kebaikan dan keadilan untuk semua,” tuturnya.

Lebih jauh Gungun menyebutkan, salah satu akar ketidakoptimalan kerja, termasuk pelanggaran aturan dalam pekerjaan maupun bisnis, diawali pemahaman tentang konsep rezeki dan konsep hidup yang tidak sempurna.

Oleh karena itu, kata Gun Gun, sangat penting mempelajari ilmu-ilmu tentang konsep takdir dan konsep rezeki yang merupakan bagian dari akidah tersebut.

“Dalam kesempatan ini, saya juga ucapkan hatur nuhun kepada Bank Muamalat yang sudah membantu memfasilitasi reward ini,” pungkasnya.

PD Kebersihan Resmi Luncurkan Smart Card Bank Sampah Resik


BANDUNG – Guna membangun budaya pemilahan sampah pada warga Kota Bandung, Perusahaan Daerah (PD) Kebersihan Kota Bandung meluncurkan Smart Card Bank Sampah Resik, di halaman kantor PD Kebersihan Kota Bandung, Senin (19/12/2016).

Peluncuran Smart Card Bank Sampah Resik dilakukan Wakil Wali Kota Bandung Oded M Danial dan dihadiri seluruh direksi dan jajaran PD Kebersihan Kota Bandung. Hadir pula perwakilan Bank Indonesia (BI) dan Bank BNI 46 sebagai mitra kerja PD Kebersihan Kota Bandung dalam peluncuran kartu pintar itu.

Wakil Wali Kota Bandung Oded M Danial mengatakan, persoalan sampah di Kota Bandung merupakan persoalan yang sangat krusial. Pasalnya, dengan volume sampah yang mencapai 1.600 ton/hari, penanganan sampah di kota berjuluk Parijs Van Java ini butuh penanganan yang serius.

“Perlu ada sikap penanganan yang serius, tentu dari segala aspek, secara integral,” ujar Oded saat memberikan sambutan.

Mang Oded, sapaan akrab orang nomor dua di Kota Bandung itu pun menilai, kinerja PD Kebersihan Kota Bandung dalam penanganan sampah semakin baik. Bahkan, Mang Oded pun mengaku sangat optimistis sampah di Kota Bandung akan tertangani dengan baik.

“Terutama karena saya melihat PD Kebersihan selalu berkolaborasi, kerja sama dengan pihak-pihak terkait yang luar biasa seperti (peluncuran smart card) ini,” ungkapnya.

Tak lupa, Mang oded juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para mitra kerja PD Kebersihan dalam mewujudkan Smart Card Bank Sampah Resik ini, terutama kepada Bank BNI dan BI.

Masih di tempat yang sama, Direktur Utama PD Kebersihan Kota Bandung Deni Nurdyana Hadimin menerangkan, Bank Sampah Resik merupakan konsep pengumpulan sampah kering, seperti kertas, karton, kaleng, majalan, dan sampah plastik lainnya yang bernilai ekonomis.

“Manfaat bank sampah adalah membangun budaya pemilahan sampah organik, anorganik, dan dari sumbernya. Bank sampah menjadi solusi untuk mereduksi sampah yang terbuang ke TPA (tempat pembuangan akhir) berkurang,” terang Deni.

Deni juga menjelaskan, dengan hanya membawa sekitar satu kilogram sampah kering ke Bank Sampah Resik, peserta akan mendapatkan saldo awal yang akan dimasukan ke dalam buku tabungannya.

“Setelah menjadi nasabah Bank Sampah Resik, saldo tabungan bisa langsung di top up ke Smart Card Bank Sampah Resik dan langsung dapat digunakan untuk berbelanja di Koperasi Dharma Nirmala PD Kebersihan Kota Bandung atau untuk pembayaran lainnya,” pungkas Deni.

Jelang Natal dan Tahun Baru, PD Kebersihan Kota Bandung Siapkan Timsus

BANDUNG – Perusahaan Daerah (PD) Kebersihan Kota Bandung menyiapkan tim khusus (timsus) guna mengantisipasi lonjakan volume sampah menjelang dan saat perayaan Natal dan Tahun Baru 2017.

Timsus tersebut akan melakukan pemantauan dan bertugas 24 jam penuh secara bergantian di lokasi-lokasi yang dinilai rawan penumpukan sampah. Seperti diketahui, peningkatan volume sampah kerap terjadi menjelang dan saat perayaan Natal dan Tahun Baru.

Direktur Utama (Dirut) PD Kebersihan Deni Nurdyana Hadimin mengakui, berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, penumpukan sampah memang kerap terjadi saat momentum Natal dan Tahun Baru. Oleh karenanya, dua momentum tersebut selalu menjadi perhatian pihaknya.

Deni menyebutkan, sejumlah titik rawan penumpukan sampah tersebar di sejumlah lokasi keramaian, seperti Alun-alun Bandung, kawasan Jalan Asia-Afrika, Jalan Setiabudi, Jalan R E Martadinata, Kebun Binatang Bandung, hingga wilayah Ujung Berung.

Tidak seperti beberapa tahun ke belakang dimana tumpukan sampah kerap terjadi di Alun-alun Bandung, kini wilayah Ujung Berung dan sejumlah titik lain pun rawan penumpukan sampah. Pasalnya, kata Deni, titik keramaian kini tidak hanya terpusat di Alun-alun Bandung.

Pihaknya berharap, suasana libur Natal dan momentum perayaan akhir tahun tak lantas membuat warga lupa menjaga kebersihan. Terlebih, belum lama ini Kota Bandung pun meraih penghargaan Adipura dan menyandang predikat Kota Terbersih.

“Titik-titik yang dinilai rawan sampah ya di pusat keramaian tadi. Terlebih, dengan berbagai momen di akhir tahun. Untuk mengantisipasi hal tersebut, kami membentuk tim khusus,” ungkap Deni di Bandung.

Tak hanya saat menjelang dan perayaan Natal serta Tahun baru, Deni menyebutkan, dalam libur panjang beberapa waktu lalu juga, volume sampah di Kota Bandung meningkat hingga 20% dibandingkan hari biasanya. Karenanya, pembentukan timsus tersebut diharapkan dapat meminimalisasi tumpukan sampah.

Bahkan, lanjut Deni, untuk memaksimalkan pelayanan, timsus tersebut akan memantau kondisi sampah hingga 24 jam penuh secara bergantian.

“Bila perlu, nantinya petugas kami akan mengingatkan masyarakat di tempat keramaian melalui speaker, agar mereka peduli dan menjaga kebersihan lingkungan dari sampah,” terang Deni.

Menurut Deni, puncak peningkatan volume sampah biasanya terjadi pada Sabtu dan Minggu. Karenanya, untuk mengantisipasi agar sampah tak tercecer, petugas PD Kebersihan di lapangan akan mengelilingi sejumlah titik rawan penumpukan sampah.

Bahkan, untuk memberikan efek jera, petugas PD Kebersihan pun takkan segan-segan memotret dan menegur masyarakat yang kedapatan membuang sampah sembarangan.

“Kami mengimbau masyarakat agar menjaga kebersihan di Kota Bandung karena ini kewajiban semua pihak,” pungkasnya.

Emil Berkomitmen Tekan Jumlah Sampah Styrofoam di Kota Bandung


BANDUNG – Pemkot Bandung terus berupaya meningkatkan kualitas lingkungan, untuk mengantisipasi dampak kerusakan lingkungan akibat gencarnya pembangunan di kota berjuluk Parijs Van Java ini.

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menyebutkan, salah satu upaya yang dilakukan pihaknya adalah menekan jumlah sampah berbahan styrofoam. Sejak dua bulan lalu, Pemkot Bandung pun telah telah melarang warganya untuk menggunakan styrofoam.

Menurut Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, selain mengancam kesehatan, styrofoam pun berkontribusi terhadap jumlah sampah. Berdasarkan catatan Pemkot Bandung, sampah berbahan styrofoam di ibu kota Provinsi Jawa Barat ini mencapai 27 ton per bulannya.

Oleh karena itu, kata Emil, kini sudah seharusnya masyarakat menggunakan kemasan yang baik untuk kesehatan dan ramah lingkungan.

“Jadi tidak ada alasan lagi untuk tidak bergeser ke packaging non-styrofoam,” kata Emil saat menghadiri pameran kemasan makanan dan minuman berbahan non-styrofoam di Bandung, Rabu (14/12).

Menurut dia, kemasan berbahan non-styrofoam mudah ditemukan dan harganya terjangkau.

“Jangan selalu membandingkan kebaikan dengan versi harga. Saya kira mahalnya juga enggak berlipat. Tapi, masa depan jauh lebih mahal harganya,” paparnya.

Kini, lanjut Emil, banyak kemasan yang terbuat dari bahan yang mudah terurai. Sisa-sisa kemasan berbahan itu dinilainya lebih ramah lingkungan karena akan terurai menjadi kompos hanya dalam waktu 60 hari.

Emil menambahkan, sejak pelarangan penggunaan styrofoam di Kota Bandung, jumlah sampah kemasan berbahan styrofoam sudah berkurang drastis. Namun begitu, Emil mengaku belum memiliki angka pastinya karena masih dalam penghitungan.

Hanya saja, lanjutnya, saat dilakukan larangan penggunaan kantong plastik pada toko swalayan, jumlah sampah plastik juga berkurang hingga  40%.

“Pengurangan styrofoam sedang kita hitung,” ujar Emil.

Emil juga menegaskan, pihaknya serius mengawasi pelarangan penggunaan kemasan berbahan styrofoam. Berbagai unsur dikerahkan untuk memastikan tidak ada lagi pihak-pihak yang menggunakan styrofoam.

Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) hingga unsur kewilayahan seperti lurah dan camat akan mengawasinya. Bagi pihak-pihak yang melanggar, Emil pun tidak akan ragu menindaknya.

“Bagi yang belum, awal tahun kita tertibkan dan beri peringatan keras. Peringatan tertulis dulu, kalau masih juga, ya usahanya bisa kita lakukan upaya-upaya hukum,” tegasnya.

Lebih jauh Emil mengatakan, selain melarang penggunaan styrofoam, pihaknya juga sudah mengeluarkan sejumlah kebijakan lainnya yang prolingkungan. Selama tiga tahun kepemimpinannya, menurut dia, terdapat sejumlah kebijakan, baik peraturan maupun program inovasi.

“Misal mobil-mobil sampah kita upgrade dengan yang canggih. Tiga ribu petugas kita hadirkan,” sebutnya.

Tak hanya itu, Pemkot Bandung pun mengeluarkan peraturan yang mengharuskan setiap bangunan baru harus berwawasan lingkungan.

“IMB (izin mendirikan bangunan) tak diberikan kalau tidak menunjukan kualitas ramah lingkungan yang memadai. Demi Bandung ramah lingkungan,” pungkasnya.

Masih di tempat yang sama Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Kota Bandung Hikmat Ginanjar mengatakan, pihaknya masih menghitung jumlah penurunan sampah styrofoam.

“Penurunan jumlah sampah styrofoam baru bisa diketahui bulan depan atau tiga bulan sejak penggunaannya dilarang,” terang Hikmat.

Agar pengurangannya semakin signifikan, pihaknya meminta kerja sama dari semua pihak untuk bersama-sama mengatakan tidak pada styrofoam. Dia pun meminta masyarakat proaktif mengingatkan pedagang yang masih menggunakan kemasan berbahan styrofoam.

“Lebih baik kalau kita mengingatkan persuasif kepada orang per orang. Karena ini akan lebih sehat,” katanya.

Hikmat pun mengaku optimistis tahun depan akan semakin banyak warga yang meninggalkan styrofoam.

“Harganya juga biasa. Saya ngobrol dengan pedagang, kata dia enggak menaikan harga (setelah berganti kemasan dengan non-styforoam),” katanya.

Pameran kemasan berbahan non-styrofoam ini digelar di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Bandung. Sejumlah perusahaan pembuat kemasan makanan dan minuman memperlihatkan produknya yang ramah lingkungan dan aman untuk kesehatan.

Menurut Sales dan Marketing Manager Avani Benita Carolina, produknya ramah lingkungan karena terbuat dari tumbuhan sehingga mudah terurai. Salah satu produk unggulannya adalah pengganti kantong plastik yang terbuat dari kulit singkong.

“Ini bisa diperoleh dengan harga murah yakni sekitar Rp500-1.500 per bungkusnya. Untuk kemasan pengganti styrofoam, kami memiliki bagasse yang terbuat dari ampas tebu,”.sebutnya.

Adapun untuk kemasan minuman berbentuk gelas, pihaknya memiliki paper cup yang terbuat dari pati jagung.

“Harganya sekitar Rp1.000-Rp2.000 dan akan terurai dalam waktu 2-3 bulan,” pungkasnya.

PD Kebersihan Kota Bandung Sukses Raih The Best Operasional Excellence in BUMD Industry

BANDUNG – Perusahaan Daerah (PD) Kebersihan Kota Bandung sukses meraih penghargaan The Best Operasional Excellence in BUMD Industry dalam ajang Award Strategy Into Performance Execution Excellence (SPEx2).

Penghargaan diterima langsung oleh Wakil Wali Kota Bandung Oded M Danial di Hotel JW Marriot, Jakarta, Senin, (5/12/2016). Penghargaan tersebut diraih PD Kebersihan Kota Bandung berkat komitmennya untuk selalu memberikan yang terbaik kepada pelanggan, karyawan, dan pemegang saham.

Dalam ajang yang diselenggarakan Majalah Tempo bekerja sama dengan GML Consulting itu, penghargaan SPEx2 diberikan kepada perusahaan yang dinilai berhasil merumuskan strategi bisnis sekaligus melaksanakan strategi bisnis tersebut dengan baik, sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi pelanggan, karyawan, dan pemegang saham. Berbeda dengan SPEx2 di tahun-tahun sebelumnya, dalam SPEx2 ke-6 ini, penilaiannya juga bermuara ke arah social impact.

“Penghargaan ini sebagai motivasi bagi seluruh Jajaran PD Kebersihan Kota Bandung untuk terus meningkatkan pelayanan kepada pelanggan khususnya. Dan ini membuktikan BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) Kota Bandung memiliki daya saing di industri nasional,” ujar Oded M Danial seusai menerima penghargaan.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PD Kebersihan Kota Bandung Deni Nurdyana Hadimin juga berhasil meraih penghargaan The Best Chief Strategy Execution Officer in BUMD Industry.

Penghargaan tersebut diraih karena Deny Nurdyana Hadimin dinilai telah berhasil menunjukkan komitmen kepemimpinan dan kapabilitasnya dalam memformulasikan dan mengeksekusi strategi yang unggul, sehingga menghasilkan transformasi dan kinerja yang kuat dalam menciptakan nilai PD Kebersihan Kota Bandung bagi pelanggan, karyawan, dan pemegang saham.

Deny Nurdyana Hadimin mengatakan, selain menjadi buah dari kerja keras PD Kebersihan Kota Bandung dalam menyusun strategi bisnis yang baik, SPEx2 Award 2016 yang berhasil diraih juga menjadi penyemangat bagi seluruh jajaran PD Kebersihan Kota Bandung untuk terus merancang strategi dan mengeksekusinya dengan baik, agar terus memberikan layanan yang semakin baik kepada pelanggan.

“Dalam penyusunan strategi, kami juga terus berupaya untuk selalu menghadirkan inovasi-inovasi yang dapat meningkatkan performa perusahaan,” ujarnya.

Untuk diketahui, ajang Award SPEx2 berisikan tim juri yang sangat bergengsi dengan tingkat kredibilitas yang sangat tinggi. Mereka adalah Subarjo Joyosumarto (Dekan Indonesia Banking Scholl/mantan Deputy Gubernur Bank Indonesia), Heru Kristiyana (Mantan Deputy Commissioner OJK), serta Meiky Sofyansyah (Deputy Director Tempo Media Group)‬.

PD Kebersihan Susun Rencana Aksi Atasi Banjir di Wilayah Perbatasan

BANDUNG – Dipimpin Direktur Umum Perusahaan Daerah (PD) Kebersihan Kota Bandung Gungun Saptari Hidayat, jajaran PD Kebersihan Kota Bandung meninjau lokasi terdampak banjir akibat luapan Sungai Citepus, di RW 9, Desa Pasawahan, Kecamatan Dayeuh Kolot, Kabupaten Bandung, Jumat (18/11).

Survei lapangan yang juga dihadiri Camat Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung dan Lurah Wates, Kecamatan Bandung Kidul, Kota Bandung itu, dilakukan menyusul banjir besar yang terjadi di lokasi tersebut, Rabu (16/11) lalu. Banjir yang diduga akibat sumbatan sampah itu bahkan merusak satu unit rumah dan merendam ratusan rumah lainnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun pdkebersihan.go.id, sebelum banjir menerjang, di lokasi tersebut terdapat jaring penahan sampah yang terbawa arus Sungai Citepus. Namun, sampah yang tertahan di jaring menumpuk dan menyumbat aliran sungai hingga meluap. Terlebih, saat itu curah hujan sangat tinggi.

Camat Dayeuhkolot Ajat Sudrajat menuturkan, sebanyak 82.000 warga Dayeuhkolot yang tinggal di tiga desa dan satu kelurahan harus merasakan dampak banjir besar akibat luapan Sungai Citepus tersebut. Tanpa bermaksud menyalahkan, Ajat mengatakan, banjir tersebut memang terjadi akibat sampah dari Kota Bandung. Jaring sampah yang dibangun di RW 9, Desa Pasawahan, membuat warga Kabupaten Bandung paling merasakan dampak banjir besar tersebut.

“Kami bersama warga akhirnya berinisiatif membongkar jaring sampah itu,” ungkap Ajat.

Pihaknya berharap, Pemkot Bandung membangun jaring sampah di wilayah Kota Bandung, tepatnya di wilayah Kelurahan Wates. Selain itu, jaring sampah tersebut harus dikelola intensif, sehingga sampah tidak sampai menumpuk dan menyumbat aliran sungai. Pasalnya, sampah yang terbawa arus sungai volumenya cukup besar.

“Terbukti, dalam 5 jam saja, sampah yang terangkut sampai 4 truk. Pengawasan dan pengelolaannya harus maksimal, jangan sampai dibiarkan karena bisa celaka bagi warga sekitar,” terangnya.

Masih di tempat yang sama, Lurah Wates Suparman menuturkan, sebagai aparatur kewilayahan, pihaknya siap meminimalisasi dampak banjir akibat luapan Sungai Citepus. Namun begitu, diakuinya, penanganan banjir lintas wilayah ini perlu koordinasi dan komitmen antarinstansi terkait.

“Diperlukan solusi terbaik untuk penanganan banjir di wilayah perbatasan ini, seperti rencana pemasangan jaring di wilayah kami, itu harus diperhitungkan dan dikaji matang. Sehingga, manfaatnya bisa dirasakan warga Kota Bandung maupun Kabupaten Bandung. Terakhir, edukasi harus terus dilakukan agar masyarakat tidak lagi membuang sampah ke sungai,” paparnya.

Sementara itu, Direktur Umum PD Kebersihan Kota Bandung Gungun Saptari Hidayat menyatakan, pihaknya akan segera menyusun rencana aksi untuk menangani banjir di wilayah perbatasan tersebut setelah berkoordinasi dengan pimpinan dan Pemkot Bandung.

“Hasil survey hari ini akan mempertajam rencana detail, untuk dibahas dalam rapat teknis bersama pihak terkait,” katanya.

Ke depan, lanjut Gungun, pihaknya berharap terbangun kolaborasi dan sinergitas yang baik dari semua pihak, baik Pemprov Jawa Barat, Pemkot Bandung, Pemkab Bandung, Pemkab Bandung Barat, Pemkot Cimahi, dan masyarakat umumnya.

“Tanpa kolaborasi dan sinergitas yang baik, sulit kiranya menangani banjir di wilayah perbatasan ini,” pungkasnya.

Rajin Bekerja, Petugas PD Kebersihan Kota Bandung Dihadiahi Umroh oleh Pemilik Toko

umroh-pdkebersihan
BANDUNG – Kebahagiaan tengah menghampiri seorang petugas Perusahaan Daerah (PD) Kebersihan Kota Bandung. Betapa tidak, tanpa disangka-sangka, petugas yang bekerja sebagai penyapu jalan itu dihadiahi umroh oleh seorang pemilik toko.

Adalah Ruhyana, petugas Bidang Operasional Bandung Selatan yang sehari-harinya bekerja menyapu jalan di Jalan Banceuy dan Pecinan Lama, Kota Bandung, yang mendapatkan berkah luar biasa tersebut.

Direktur Umum PD Kebersihan Kota Bandung Gungun Saptari Hidayat mengatakan, Ruhyana menerima hadiah umroh dari Hanifa, seorang pemilik toko di Jalan Pecinan Lama.

“Pak Ruhyana ini sehari-hari bekerja menyapu jalan di depan toko Ibu Hanifa,” ungkap Gungun saat pemberian hadiah umroh dalam apel pagi di halaman kantor PD Kebersihan Kota Bandung, Jalan PHH Mustofa Nomor 126, Kota Bandung, Kamis (17/11/2016).

Lebih jauh Gungun mengatakan, PD Kebersihan Kota Bandung sendiri berencana memberangkatkan tiga pegawainya untuk umroh pada 2017 mendatang.

“Hadiah umroh itu kami berikan sebagai reward bagi para pegawai berprestasi dan menunjukkan kinerja terbaiknya,” ucap Gungun.

Sementara itu, setelah menerima hadiah umroh yang diberikan langsung Direktur Utama PD Kebersihan Kota Bandung Deny Nurdyana Hadimin dan Hanifa, raut kebahagiaan terpancar jelas di wajah Ruhyana.

Bahkan, keharuan pun mewarnai penyerahan hadiah umroh tersebut. Para pegawai yang mengikuti apel pagi pun tampak larut dalam suasana haru hingga tak sedikit yang meneteskan air mata.

“Saya sangat senang dan terharu dengan hadiah yang diberikan Ibu Hanifa, terima kasih atas hadiah ini,” tutur Ruhyana sambil terisak menangis.